Semangat inovasi dan pengabdian ditunjukkan oleh para mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dalam kegiatan Chemical Engineering Care (CEC) 2025 yang berlangsung di Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, pada Sabtu (14/5/2025). Dalam kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK PNUP) berhasil menghadirkan inovasi pupuk kompos berbahan dasar daun ubi kering—sebuah terobosan yang memadukan potensi lokal dengan ilmu teknik kimia.
CEC merupakan program pengabdian masyarakat tahunan yang menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang sosial kemasyarakatan. Melalui CEC, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga turun langsung ke masyarakat untuk mengenali tantangan lingkungan dan memberikan solusi nyata berbasis sains dan teknologi.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting daerah, di antaranya Camat Moncongloe Herwan, S.Sos., M.Si., dan Kepala Desa Moncongloe Bulu, Muhammad Tahir Dg. Ngeppe, sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat.

Mahasiswa dari berbagai program studi di bawah Jurusan Teknik Kimia PNUP turut ambil bagian dalam kegiatan ini, termasuk dari D3 Analisis Kimia, D4 Teknologi Kimia Industri, dan D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan. Mereka bergotong royong tidak hanya dalam hal teknis, tetapi juga dalam membangun komunikasi dengan warga setempat.
Ketua Panitia CEC menjelaskan bahwa pembuatan pupuk kompos ini merupakan hasil dari serangkaian riset dan uji laboratorium yang telah dilakukan sebelumnya. “Kami tidak sekadar datang membawa solusi, tapi kami lebih dulu menyelami kebutuhan dan potensi desa ini. Hasilnya, kami menemukan bahwa limbah daun ubi yang selama ini terbuang sia-sia dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bernilai,” ungkapnya.

Inisiatif ini tak hanya menjadi solusi atas permasalahan limbah organik, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan. Mahasiswa berharap agar inovasi ini dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, bahkan dikembangkan menjadi kegiatan mandiri desa.
“Melalui CEC, kami ingin mahasiswa Teknik Kimia PNUP tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan. Inilah saatnya ilmu yang kami pelajari memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas,” ujar Ketua Umum HMTK dengan penuh semangat.
Langkah mahasiswa PNUP ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil dan sederhana, asal dilandasi semangat kolaboratif dan keberpihakan kepada masyarakat.