Penerapan Sistem Pretreatment Tingkatkan Kualitas Air Baku Depot Air I-Three di Moncongloe

Tim dosen Teknik Kimia dari Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) berhasil melaksanakan tahap awal program pengabdian masyarakat melalui pendanaan BIMA dengan judul “Pemberdayaan Depot Air Minum Isi Ulang dengan Penerapan Pretreatment dan Pemantauan Kualitas Air Berbasis IoT untuk Peningkatan Kualitas Produk Berkelanjutan”. Kegiatan perdana berupa penerapan sistem pretreatment pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) I-Three di Moncongloe, Kabupaten Maros yang telah selesai dilaksanakan pada 14 Agustus 2025.

Depot I-Three merupakan usaha mikro yang berdiri sejak November 2023 dan berlokasi strategis di poros Bring Je’ne dekat Kampus 2 PNUP. Usaha ini melayani kebutuhan air minum masyarakat sekitar dengan rata-rata produksi 40 galon per hari. Namun, kualitas sumber air baku kerap menghadapi masalah terutama saat musim hujan yang ditandai dengan air yang keruh, berbau, serta pH lebih asam. Kondisi ini mengancam konsistensi kualitas produk dan kepercayaan konsumen. Dengan adanya pretreatment, tim dosen PNUP menerapkan sistem pretreatment dengan harapan kualitas air lebih stabil dan aman untuk dikonsumsi sesuai standar kesehatan..

Ketua Tim Pengabdian, Afrianti S. Lamuru, S.Pd., M.Sc. menjelaskan bahwa teknologi ini berfungsi menyaring partikel padat, mikroorganisme, serta logam berat dari air baku, sehingga mampu menjaga kualitas dan memperpanjang usia pakai sistem penyaringan utama. “Langkah ini menjadi fondasi awal untuk meningkatkan kualitas air. Selanjutnya, akan dipasang sensor air dan diperkenalkan sistem monitoring berbasis IoT, serta peningkatan tata kelola depot,” jelas Afrianti.

Kegiatan pengabdian ini mencangkup lima agenda besar, yaitu:
1) Survei lapangan lokasi Mitra dan Identifikasi Kebutuhan Mitra
2) Penerapan pretreatment pada depot air isi ulang;
3) Pemasangan sensor air pada depot air isi ulang dan evaluasi kinerja pretreatment;
4) Pelatihan penggunaan sensor air berbasis IoT dalam pemantauan kualitas air;
5 Peningkatan tata kelola depot melalui strategi promosi.

“Penerapan pretreatment ini menjadi langkah awal untuk memastikan air baku depot lebih berkualitas. Selanjutnya, kami akan memperkenalkan sistem monitoring berbasis IoT dan membantu peningkatan promosi usaha agar lebih berdaya saing,” jelas Afrianti.

Pemilik Depot I-Three, Muhammad Jufri, menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas pendampingan yang diberikan oleh PNUP. “Sebelumnya, kami kesulitan menjaga kualitas air terutama saat musim hujan karena air menjadi keruh dan cepat merusak filter. Dengan adanya pretreatment ini, kualitas air jauh lebih stabil. Harapan kami, depot bisa semakin dipercaya masyarakat dan usaha ini bisa lebih berkembang,” ungkapnya.

Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi serta SDG 8 tentang pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini mendukung fokus pemerintah dalam pemberdayaan UMKM serta penerapan teknologi tepat guna di masyarakat.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan Depot I-Three dapat meningkatkan kualitas produk air minum, memperoleh sertifikasi dari Dinas Kesehatan, serta memperluas pasar melalui peningkatan kepercayaan konsumen.