Tingkatkan Nilai Jual Cabai, DWP Kabupaten Enrekang Gandeng Politeknik Negeri Ujung Pandang Gelar Pelatihan Pengolahan Cabai Menjadi Saos Lombok

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Enrekang bersama Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Enrekang menjalin kolaborasi dengan Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang untuk mengatasi permasalahan petani cabai di wilayahnya. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim ini memberikan pelatihan pengolahan cabai menjadi produk bernilai jual seperti saos lombok, serta membekali mitra dengan pengetahuan manajemen produksi dan pemasaran.

Kabupaten Enrekang memiliki potensi pertanian cabai yang cukup besar. Pada tahun 2023, luas lahan cabai mencapai 591 hektar dengan produksi mencapai 52.044 kwintal. Namun, tingginya produksi ini tidak diimbangi dengan teknologi pengolahan yang memadai. Akibatnya, banyak hasil panen yang terbuang, terutama saat musim hujan ketika cabai tidak dapat dikeringkan. Hal ini menjadi tantangan serius bagi petani cabai dan menjadi fokus perhatian DWP Kabupaten Enrekang serta TP PKK Pokja III yang bertugas mengurusi program pangan.

Menyadari pentingnya solusi atas permasalahan ini, DWP Kabupaten Enrekang dan TP PKK menggandeng tim dari Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah cabai menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi, seperti saos lombok. Selain itu, mitra juga dibekali dengan pengetahuan tentang pengemasan, pelabelan, serta manajemen produksi dan pemasaran produk.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama enam bulan, mulai April hingga Oktober 2024. Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan cara mengolah cabai segar menjadi saos lombok yang siap dipasarkan. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya pengemasan dan pelabelan yang menarik untuk meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Ketua DWP Kabupaten Enrekang, Ny. Nurfaidah A. Sapada, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. “Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Selama ini, petani cabai kami sering mengalami kerugian karena hasil panen yang tidak terserap pasar. Dengan pelatihan ini, kami berharap petani bisa memanfaatkan cabai menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang, Dr. Fajriyati Mas’ud, STP., M.Si., menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga upaya untuk memberdayakan masyarakat. “Kami ingin membantu mitra untuk mandiri dalam mengelola hasil pertanian mereka. Dengan teknologi pengolahan yang tepat, cabai tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga bisa diolah menjadi produk yang lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi,” jelasnya.

Program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi petani cabai di Kabupaten Enrekang. Selain meningkatkan pendapatan petani, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengurangi limbah hasil pertanian dan mendorong terciptanya usaha kecil menengah (UKM) berbasis produk olahan cabai.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, DWP Kabupaten Enrekang, TP PKK, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal menuju kemandirian ekonomi.